Kalipare, SiRekan
Konferensi Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, yang berlangsung di Gedung MI Islamiyah Sukowilangun pada Minggu (5/7/2026), menetapkan kepemimpinan baru untuk masa khidmat 2026–2028.Dalam konferensi tersebut, Syafiudin terpilih sebagai Ketua PAC IPNU Kalipare, sementara Dewi Rahma Nurti Lestari dipercaya memimpin PAC IPPNU Kalipare.
Usai terpilih, Dewi Rahma Nurti Lestari menyampaikan komitmennya untuk membangun organisasi yang mampu mengayomi seluruh anggota, mulai dari tingkat PAC hingga Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Anak Ranting (PAR).
“Saya berkomitmen untuk terus membangun PAC IPPNU Kalipare yang benar-benar mengayomi seluruh anggota di bawah naungannya, baik di tingkat PAC maupun PR dan PAR. Kami ingin menjadikan IPPNU sebagai wadah mencetak kader putri yang berakhlak, berilmu, berdaya saing, serta memiliki pemahaman yang kuat tentang Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ujarnya.
Menurut Dewi, perkembangan teknologi digital harus direspons melalui pola kaderisasi yang mengikuti kebutuhan zaman. Namun, proses tersebut tetap harus berlandaskan nilai-nilai ke-NU-an sebagai identitas organisasi.
“Di era perkembangan digital seperti sekarang, kaderisasi harus mampu menyesuaikan dengan perubahan zaman. Karena itu, IPPNU akan berupaya memastikan kader tetap mendapatkan proses kaderisasi yang relevan tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” katanya.

Ia juga berharap dapat menumbuhkan rasa cinta kader terhadap organisasi dan Nahdlatul Ulama sebagai bekal melanjutkan estafet perjuangan di masa depan.
Sementara itu, Ketua PAC IPNU Kalipare terpilih, Syafiudin, menegaskan visinya untuk membangun organisasi pelajar yang aktif, progresif, dan berdaya saing dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
“Visi utama yang ingin saya wujudkan adalah membangun PAC IPNU yang aktif, progresif, dan berdaya saing, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Saya ingin menjadikan organisasi ini sebagai wadah pengembangan pelajar yang mampu mencetak kader-kader berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat menuntut organisasi pelajar untuk terus beradaptasi. Oleh sebab itu, penguatan kaderisasi, peningkatan kualitas sumber daya anggota, dan pengembangan organisasi menjadi prioritas kepemimpinannya.
“IPNU harus tetap relevan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelajar maupun masyarakat. Karena itu, penguatan kaderisasi dan peningkatan kualitas anggota menjadi fokus utama,” katanya.
Dalam menjalankan organisasi, Syafiudin berkomitmen menerapkan pola kepemimpinan yang amanah, kolaboratif, dan inklusif. Ia menegaskan setiap kebijakan akan ditempuh melalui musyawarah dengan mengedepankan keterbukaan dan tanggung jawab bersama.
Selain itu, ia menilai sinergi dengan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam memperkuat gerakan organisasi. Menurutnya, kolaborasi antara IPNU, IPPNU, badan otonom NU, dan masyarakat perlu terus ditingkatkan melalui program bersama di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan.
“IPNU tidak dapat berjalan sendiri. Kerja sama dengan IPPNU, badan otonom NU, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan gerakan yang lebih kuat, bermanfaat, dan berdampak luas bagi umat serta generasi muda,” tuturnya.
Melalui kepemimpinan baru tersebut, PAC IPNU-IPPNU Kalipare diharapkan mampu memperkuat kaderisasi pelajar NU sekaligus menjawab tantangan perkembangan zaman dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an.
Kontributor: Alif
Editor: Ikbar Zakariya
