Depok, SiRekan
Suasana Latihan Instruktur (Latin) Latihan Pelatih (Latpel) di Pondok Pesantren Annahdlah, Kota Depok pada Sabtu (4/6/2026) kemarin semakin semarak dengan kehadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Rekanita Whasfi Velasufah, yang memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta.
Kehadirannya dalam acara ini menjadi salah satu momen yang dinantikan sekaligus menyuntikkan semangat baru bagi para kader yang tengah menjalani proses kaderisasi yang diadakan oleh tiga Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU, yakni Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutannya, Whasfi mengaku memiliki kesan tersendiri dapat kembali mengunjungi Pondok Pesantren Annahdlah setelah kurang lebih 20 tahun. Baginya, momen tersebut menjadi ruang refleksi atas perjalanan kaderisasi yang pernah dilalui sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga kesinambungan pembinaan kader di lingkungan IPNU-IPPNU.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan Latin dan Latpel yang dilaksanakan melalui kolaborasi tiga Pimpinan Cabang, yakni PC IPNU-IPPNU Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Depok. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pelaksanaan kaderisasi kolaboratif pertama yang dapat menjadi contoh bagi cabang-cabang lain dalam membangun sinergi untuk memperkuat sistem kaderisasi.
“Ini merupakan kolaborasi pelaksanaan kaderisasi pertama antar-Pimpinan Cabang. Saya berharap semangat seperti ini terus dijaga dan dikembangkan, karena kaderisasi akan semakin kuat ketika dibangun melalui kebersamaan,” ujarnya.
Whasfi juga mendorong seluruh peserta agar terus melanjutkan proses kaderisasi ke jenjang berikutnya dan tidak membatasi potensi diri. Menurutnya, setiap kader harus memiliki semangat untuk terus belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kapasitas agar mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
“Teruslah melanjutkan kaderisasi ke jenjang berikutnya. Jangan pernah membatasi diri, karena setiap kader memiliki potensi untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi,” pesannya di hadapan para peserta.
Selaras dengan tema kegiatan, “Mentransformasi”, ia berharap Latin dan Latpel tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga mampu melahirkan kader-kader yang berintegritas, berintelektual, dan memiliki kapasitas yang mumpuni sebagai instruktur maupun pelatih. Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak kaderisasi yang berkualitas di Pimpinan Cabang masing-masing.
Kontributor: Aditya Ishlahuddin
Editor: Achmad Subakti
