Workshop Digital Business, IPNU-IPPNU Tegal Dorong Kader Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Tegal, SiRekan

Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Tegal terus berupaya memperkuat kapasitas kader dalam menghadapi tantangan zaman. Salah satunya melalui Workshop Youth Business Digital yang digelar di Trasa Co-Working Space Slawi, Kabupaten Tegal, Ahad (31/5/2026).

Kegiatan bertajuk “Zero to Survive Digital Business: Dari Ide ke Eksekusi” itu diikuti perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Tegal. Melalui forum tersebut, para peserta dibekali wawasan dan keterampilan bisnis digital sebagai bekal menghadapi perkembangan ekonomi yang semakin bertumpu pada teknologi.

Ketua PC IPPNU Kabupaten Tegal, Dhea Avianny Novitasari, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi ikhtiar organisasi dalam mendorong lahirnya kader yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi. Menurutnya, pelajar NU perlu mulai mengenal berbagai peluang usaha yang berkembang di era digital.

Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin dari para narasumber. Sebab, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dunia usaha akan menjadi modal penting bagi generasi muda di masa mendatang.

“Silakan gali ilmu sedalam mungkin dan manfaatkan ruang diskusi yang ada. Harapannya, IPNU-IPPNU ke depan mampu menjadi organisasi yang mandiri secara ekonomi dan para kadernya memiliki bekal untuk menciptakan peluang usaha,” ujarnya.

Selain membahas peluang bisnis digital, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai keislaman dan budaya yang menjadi identitas pelajar NU.

Perwakilan PCNU Kabupaten Tegal, Lutfi Mazid, mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan bisnis tidak boleh membuat generasi muda terjebak dalam pola pikir yang hanya berorientasi pada keuntungan material.

Menurutnya, semangat berwirausaha harus tetap dibarengi dengan penguatan karakter, spiritualitas, dan kepedulian sosial. Ia menilai nilai-nilai budaya timur yang menjunjung kebersamaan dan kemanusiaan justru menjadi kekuatan yang perlu dipertahankan di tengah arus modernisasi.

“Belajar bisnis sangat penting, tetapi jangan sampai semua diukur dengan uang. Teknologi harus menjadi alat untuk memberi manfaat yang lebih luas, bukan justru mengikis nilai-nilai yang selama ini menjadi pondasi kehidupan kita,” katanya.

Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pemerintah maupun praktisi bisnis. Mereka adalah Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Imam Rudy Kurnianto, Founder WMB Musollin, serta Founder Anak Pertama Kopi Eko Meirianto.

Dalam sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi membangun bisnis digital, pengembangan usaha berbasis teknologi, hingga pemanfaatan platform periklanan digital untuk meningkatkan daya saing produk.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Imam Rudy Kurnianto, menyambut baik inisiatif yang dilakukan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Tegal. Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya menjelang tahun 2045.

Menurutnya, keberhasilan bonus demografi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia saat ini. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Bonus demografi bisa menjadi peluang besar, tetapi juga bisa menjadi tantangan jika tidak dipersiapkan dengan baik. Karena itu, pola pikir generasi muda perlu diarahkan untuk menjadi pribadi yang produktif dan kreatif dalam menciptakan peluang usaha,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong tumbuhnya ekosistem kewirausahaan, termasuk di kalangan pelajar dan generasi muda NU. Menurutnya, pengembangan usaha kecil dan menengah dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Melalui workshop ini, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Tegal berharap kader-kader muda NU semakin siap menghadapi perubahan zaman, mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, serta memiliki semangat untuk membangun kemandirian ekonomi yang berdampak bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Kontributor: Muhammad Daviul Chazan
Editor: Ikbar Zakariya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *