Cianjur, SiRekan
Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU Yayasan Pendidikan Pesantren (YPP) Miftahulhuda Al-Musri’ menggelar Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) pada 14–15 Mei 2026 di Aula Al-Faqih, Komplek Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan kaderisasi dasar tersebut diikuti 149 peserta yang terdiri atas 97 peserta putra dan 52 peserta putri. MAKESTA mengusung tema “Kader Terbentuk, Mengguncangkan Peradaban yang Terbentur” sebagai upaya membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan pelajar yang berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Rois ‘Am Banom YPP Miftahulhuda Al-Musri’. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi program kepemudaan dengan berbagai elemen pendidikan dalam menghadapi tantangan era digital.
“Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang tangguh, berkualitas, dan berakhlak,” ujarnya.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam pembukaan kegiatan, di antaranya Ketua PP YPP Miftahulhuda Al-Musri’ Fajar, Ketua MWCNU Ciranjang Aceng Hasan Sadili, pengurus PAC dan PC IPNU-IPPNU, Dai Muda sekaligus Santri Internasional Luthfi Muhammad Fikri Al-Jawad, serta perwakilan Yayasan Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’.
Sekretaris pelaksana, Bani Abi Athaillah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga dapat berjalan dengan lancar.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Iqna Tsabit Banani berharap MAKESTA dapat menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus menumbuhkan semangat kepemimpinan para pelajar.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal membangun kebersamaan serta melahirkan kader-kader yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Perwakilan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Ciranjang, Syahrul, menyebut MAKESTA sebagai gerbang awal kaderisasi yang akan membentuk pelajar menjadi pribadi yang berilmu dan memiliki kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.
Dukungan juga disampaikan Ketua MWCNU Ciranjang, Aceng Hasan Sadili. Ia mendorong kader IPNU-IPPNU untuk terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mencetak generasi muda NU yang unggul dan berdaya saing.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi dasar keorganisasian, antara lain Ke-IPNU-an, Ke-IPPNU-an, Ke-Aswajaan, Ke-NU-an, Kepemimpinan, Kebangsaan, Keorganisasian, serta materi CBP dan KPP. Kegiatan juga dilengkapi dengan forum diskusi kelompok untuk melatih kerja sama, komunikasi, dan kepemimpinan peserta.
MAKESTA ditutup dengan prosesi pembaiatan sebagai simbol komitmen peserta untuk berkhidmat di IPNU, IPPNU, dan Nahdlatul Ulama. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kader-kader pelajar NU yang aktif melanjutkan proses pengkaderan serta mampu memberikan kontribusi nyata di lingkungan masyarakat.
Kontributor: Maki M Zein
Editor: Ikbar Zakariya
